Rismanrasa's Blog

  • 02:15:10 am on Maret 4, 2010 | 4
    Tag:, , , , , , , , ,

    Trend Sosial: Pria Cerdas Lebih Jujur dan Tidak Suka Poligami

    Pria tidak cerdas???

    Ditengah debat kusir kebijakan soal nikah siri dan kawin kontrak dan sebelumnya polemik soal poligami sebuah analisis  justru memperlihatkan kecenderungan baru pada pola perilaku pria. Pria cerdas kabarnya justru akan tampil lebih jujur dan setia pada pasangannya. Akankah umat Islam masih mempertahankan poligami dan nikah siri sebagai trend sepanjang masa? 

    Hasil penelitian pola-pola perilaku ini dilakukan oleh Dr Satoshi Kanazawa melalui dua survey utama di AS. Dari hasil analisis empiris terhadap ribuan partisipan mulai remaja hingga orang dewasa dengan berbagai tingkat IQ menunjukkan sebuah kesimpulan : “bahwa lelaki dengan tingkat kecerdasan tinggi cenderung monogami dan menilai hubungan seksual adalah eksklusivitas dibandingkan dengan laki-laki yang kurang cerdas.” (1)

    Masih menurut klaimnya peneliti Ingris itu bahwa hubungan antara tingkat kecerdasan dan monogami oleh pria cerdas itu terkait dengan perkembangan evolusi perilaku yang terjadi.

    Menurutnya, dalam evolusi perilaku tersebut, dunia moderen memandang tidak ada lagi keuntungan memiliki hubungan seksual dengan banyak mitra. Dan orang-orang cerdas mampu melepaskan beban psikologis tersebut dengan mengadopsi cara-cara berperilaku yang baru.

    Tapi hubungan antara moralitas perilaku seks konvensional dan tingkat intelijen tidak tercermin pada wanita. Peneliti tidak menemukan bukti bahwa perempuan yang lebih cerdas dalam populasi umum akan lebih setia.

    Peneliti sendiri, Dr Satoshi Kanazawa, berasal dari London School of Economics and Political Science yang dan hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Social Psychology Quarterly edisi Maret.

    Bagaimana dengan umat Islam? Akankah masih menjadikan syariat poligami dan nikah siri sebagai trend hidup sepanjang masa? Dan adakah kesalahan jika poligami dan nikah siri tidak dijadikan lagi sebagai sebuah pilihan? Sebagai sebuah penelitian yang hanya dilakukan di AS tentu saja belum mencerminkan trend dunia. Jangan-jangan trend dunia pria masih tetap “setia” dengan petualangannya, minimal menjadi petualan di dunia maya. Benarkah?

    Iklan
     

Comments

  • sebuah catatan 11:57 am on Maret 11, 2010 | # | Balas

    Setia tidak setianya tergantung diri kita masing2
    nice info…

  • tompi 5:00 pm on Maret 13, 2010 | # | Balas

    Sungguh aneh tulisan ini, poligami di hubungkan dengan agama islam !, apa dia tidak melihat yang membolehkan poligami hanya umat islam saja di Bumi ini ?. Apa maksud tulisan atau penelitian ini?. Kalau memang demikian kita samakan dulu definisi istilah-istilah yang dipakai dalam tulisan ini dengan definisi yang di maksud oleh islam, kalau dah saling memaklumi barulah boleh istilah “cerdas” misalnya, dalam tulisan ini di alamatkan pada umat islam,ini baru satu istilah saja, belum yang lain. Para meter yang dipakai saat ini untuk pengukuran IQ saja masih di perdebatkan pakar apakah bisa di pakai untuk sekelompok orang terpencil yang sama sekali tak pernah mengenalnya, misalnya suku “Badui Dalam” atau suku yang terisolasi lainnya. Orang yang dianggap cerdas dalam tulisan diatas di cerminkan ketika hasil tes IQ-nya tinggi, titik. Sedang di dalam Islam orang cerdas antara lain orang yang utamanya dapat memanfaatkan dirinya untuk kehidupan akhiratnya dan bermanfaat bagi orang lain, beda kan?. Apalagi dalam nilai rata-rata orang yang melakukan poligami karena tingginya ketakwaan pada Alloh, ini memang sudah dinyatakan oleh islam, bahwa orang yang imannya tinggi akan tampak “bodoh”, jadi kesimpulan survey diatas betul, sesuai islam. Apalagi kalau di hubungkan dengan kesuksessan di dunia disamping intlejensi masih butuh kecerdasan emosi, sosial, agama dan mungkin masih ada yang lain. Kesimpulannya gak usah deh poligami dihubung-hubungkan dengan keyakinan umat islam. Logika islam di ukur dengan keta’atannya pada Alloh lewat Al Quran dan Hadist yang sahih, bukan tinggi rendahnya IQ saja. Nggak nyambung kan?.

  • e'en 8:10 am on Mei 17, 2010 | # | Balas

    bgg juga……..saya tidak setuju dengan poligami, dan saya percaya ketakwaan n kecerdasan umat islam tidak lah sama dgn tingginya IQ………..yang saya setuju disini .dalam dunia modernisasi pria cerdas yg setia…..i liked

  • Hero 3:48 am on Juni 2, 2011 | # | Balas

    yang lebih aneh lagi, penulisnya ternyata ngga cerdas juga! karena hoby selingkuh…wkkkkk. bercermin dulu lah Bung!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: