Rismanrasa's Blog

  • 03:55:19 am on Maret 1, 2010 | 3
    Tag:, , , , , , , ,

    Ayat-Ayat Cinta Dari Serambi Cinta (3)

    SURAT LANGIT, 89 Ayat|Menanggkap Isyarat Cinta

    Ayat-Ayat  Bintang, 9 ayat| “Lewat bulan kita saling menatap sambil meraba gemuruh di hati”

    Ayat-Ayat Rembulan, 63 ayat|” Bersamamu kasih, hidup lebih terasa dan terasa lebih hidup, juga terus hidup serta hidup terus, bersamamu kasih.”

    Ayat-Ayat Mentari, 17 ayat| “Menemani bidadari memetik sari matahari pagi agr senyum tsimpan kembali warna warni.”

    1. SURAT LANGIT
      1. Ayat-Ayat Bintang
        1. Di Takdir Jalan Sunyi ini aku tergulung gelombang rindu dan sungguh tak kuasa mencari tepi karena dasyatnya arus kasih sayangmu
        2. Lewat bulan kita saling menatap sambil meraba gemuruh di hati
        3. Tak sabar menunggu malam karena saat itu lah kau datang menyapa dan memberi kekuatan, juga senyum penjemput mimpi
        4. Duhai, di Jalan Sunyi ini kita bicara dari hati ke hati, tanpa suara tapi nyaringnya menyentuh sukma, persis seperti sentuhan awal kala ku terima takdirku untuk menempuh perjalanan sunyi ini
        5. Duhai…di Jalan Sunyi ini “gelap memberi cahaya, sunyi memberi bunyi, dan hati semakin dipenuhi rindu. Rindu cahaya, rindu suara, dan rindu dirimu sang pemilik jiwa.”
        6. Duhai… jalan sunyi ini semakin membuatku berdebar karena tiada tepian yang bisa ku memapah diri. Semakin engkau menjauh, semakin membuat langkahku terpijak duri kesyahduan. Duhai, berilah daku sedikit cahayamu, walau sepetik senyum semalam yang kau kirim lewat rembulan
        7. Bertemu denganmu adalah kerinduan yang terus ku syairkan, hingga aku dan dirimu saling berkata “kita telah berjumpa”
        8. Ungkapan kasihmu mbuat langit hatiku cerah. Diam-diam aku merasakan kehadiran mu
        9. Di jalan sunyi ini aku kehilangan jejakmu, padahal kita baru saja saling memberi isyarat

    ***

    1. Ayat-Ayat Rembulan
      1. Mendengar gesekan biola lewat senar angin malam. Pelan, tapi mampu buat ku bahagia tuk menjemput sinar rembulan, malam ini.
      2. Bersamamu kasih, hidup lebih terasa dan terasa lebih hidup, juga terus hidup serta hidup terus, bersamamu kasih.
      3. Aku merdeka mengungkap cinta padamu dan kau pun begitu.
      4. Andai ku tak bisa mencintaimu di alam nyata ku kan mencintaimu di alam maya bahkan ku akan menunggumu di semua alam yang ada. Andai ku bisa mencintaimu di alam ini ku kan terus mencintaimu di segenap alam yang ada, tanpa berhenti sedetik jua.
      5. Dalam diammu aku menemukan makna kasih terdalam
      6. Kau, yang membuat hatiku, bergetar
      7. Malam di jalan menjemput bintang, ku sebut sebut namamu, ku ingat ingat kenangan 7 rembulan.
      8. Jika buku malamku belum bisa kau baca jangan paksa diri untuk menunggu pagi tiba. Cukup lihat daftar isinya kau akan segera menemukan hal bab perahu cinta
      9. Menata hati untuk lebih bisa menangkap makna kasihmu yang terdalam
      10. Katakan dengan hatimu, pasti kan ku rasakan
      11. Doa malam untuk mu yang ada di hatiku
      12. Selimut malam yang dingin. Dan, kala ku sebut nama mu kehangatan menyergap jiwa. Duhai…
      13. Maaf kan daku jika lagi-lagi membuatmu kecewa. Dan daku malu karena tak berkurang kasihmu padaku.
      14. Di belai angin malam. Dalam diam ku ukir kerinduan sambil mendaki kegelapan
      15. Menjemput malam dengan kekaguman yang dasyat pada proses pengantian siang dan malam. Aku malu pada rindu yang terabaikan
      16. Melihat diri di cermin malam mu duhai rabbi, daku tiada lebih hebat dari seeokar nyamuk kecil.
      17. Membaca mantra senja berharap dirimu kan tiba menyapaku dg senyum rembulan.
      18. Tersandung kaki malam usai memetik senja merah jingga. Ku titip salam untuk mu karena aku akan berlalu, jauh
      19. Menyentuh dinding langit malam. Aku tersengat kobaran api kerinduan di kesunyian jiwa. Duhai, Engkau dimana?
      20. Menelusuri jejak awan di langit sunyi sambil menepis kabut di hati
      21. Akhirnya, kutemui lagi dirimu duhai sang malam. Izinkan ku teguk anggur kesyahduan lewat cangkir bulat rembulan tengah malam. Ku harap, tak ada ketukan pintu karena kesunyian adalah bilik pertemuan hati kita.
      22. Menemani malam yang mulai merayu hati. Adakah disana engkau menungguku dengan secangkir anggur cinta?
      23. Lagi, dan lagi ku ketuk pintu malam dan berharap kau masih menungguku (walau untuk ptemuan sejenak) tanpa kata.
      24. Membasuh hati dengan embun malam
      25. Ingin cepat tidur agar tak mabuk di perahu patah tiang. Malam, jemput aku ke peraduanmu, secepat buaian angin basah.
      26. Menunggu saatnya meminang rembulan. Duh, sang pengantin malam itu membuat ku berdebar dlm penantian.
      27. Cepat lah pergi matahari karena rembulan menungguku di batas malam
      28. Melihat bayang melayang-layang terus membayang kala siang penuh kesetian, moga hingga rembulan datang kita tetap dalam kasih sayang duhai teman kawanku sayang.
      29. Merasakan denyut nadi malam sambil berselimut rindu (adakah dirimu sedang menyapa rembulan?)
      30. Malam semakin larut. Tapi tidak dengan hatiku.
      31. Mari diam sejenak, mendengar bisikan hati (dan lanjutkan percumbuan hidup tanpa harus menunggu mimpi tiba)
      32. Pejam dan berjalanlah…
      33. Para sufi malam, kutitip rembulan dan bintang padamu dan daku menepi dengan secangkir air tape 33 malam. Jika siang kau temukan seuntai syair itu lah syair kemabukanku.
      34. Di luar angin membaca perasaan. Di dalam, perasaan dibuai angin (adakah aku di dalam hatimu, kaseh)
      35. Menunggu
      36. Kenapa bulan cepat sekali muncul padahal disini malam masih lama tiba
      37. Malam mengajariku kalau di “Lorong-lorong gelap tetap saja tersedia cahaya bagi mereka yg menggunakan mata hati. Dan, di setiap pejam mata tersedia keindahan yang cukup untuk membasuh luka hati.” Terimakasih penguasa malam, mata, dan hati untuk pengajaranmu malam ini.
      38. Bersamamu, ku ingin kita mendaki tebing malam tanpa suara dan kala kita tiba di bulan kan ku tulis kalimat yang paling kau suka: AKU CINTA KAMU. Bumi pun tersenyum.
      39. Di tikar awan putih ini, kembali ku baca Hikayat Cinta teruntuk hati-hati yang galau. “Bek putoh asa hai bungong panjo u loen disino gaseh keu gata…” (Jangan putus asa wahai kekasih daku mencintaimu)
      40. Bintang, cahaya mu begitu dekat tp unt menggapaimu, begitu jauh.
      41. Kala mataku terpejam sesaat engkau hadir menyapa. Hatiku berbunga, sungguh.
      42. Terbangun karena disentuh rindu dan akan tidur lagi setelah ku salami rindu
      43. Disudut khayal senja. Indah nian bertemu dirimu kaseh.
      44. Ingin, dan slalu ingin menyapamu dengan cinta
      45. Disudut khayal senja. Indah nian bertemu dirimu kaseh.
      46. Bulan hadir dipangkuan terapit senyum manis bibir bergincu merah senja langit. Di luar angin merebahkan daun pisang
      47. Di luar bulan masih mengintip dan cahayanya ku pinjam tuk memandang kekaseh hate
      48. Disudut khayal senja. Indah nian bertemu dirimu kaseh.
      49. Aku menemukan lilin di kegelapan malam.
      50. Malam cepatlah datang agar diriku segera bertemu kekasehhateku
      51. Seperti menggengam bulan tangan manismu ku genggam penuh kaseh dan berharap dirimu tabah menjalani cobaan. Di luar awan memayungi.
      52. Bulan mengintip, aku malu karena keasyikan buka buku hatimu
      53. Selamat datang sang kekaseh hate. Bersamamu aku lewati waktu hingga ke batas pagi.
      54. Aku pasrah padamu malam, sepasrah pasir dibasahi ombak lautan
      55. Mengintip bulan tiba…
      56. Setelah semalam kita berbasah cinta bersama hujan, pagi ini tinggal kubilas semua rindu yang tersisa. Please, jangan intip aku dengan cahaya mentarimu. Aku malu
      57. Di mihrab senja ini, semua tentang dirimu hadir nyata di hadapanku, persis spt memandang potret diri.
      58. Selimut hati telah ku sibak maka mendekaplah segenap rindu
      59. Setiap kelam ku baca lembar demi lembar sebagai buku hatimu, sejak sore ini. Tetap saja jepit hitam menjadi tinta yang membekas. Isyarat apa? Kelam.
      60. Malam ini buku kerinduan ku tutup karena seluruh ayat-ayat cintamu telah ku hapal dengan lafazd termerdu, disudut hati
      61. Kutulis cinta di kaki langit malam, sambil berharap kau menyentuhku dengan cintamu malam ini, walau hanya sekedar puisi di hatimu.
      62. Bulan merangkak pelan menghilang disudut mata yang tak kunjung terpejam
      63. Menanti senja tiba

    ***

    1. Ayat-Ayat Mentari
      1. Engkau matahari hatiku, aku rindu senyum manismu di redup sendu awan menghalau pandang mataku akan dirimu.
      2. Kalau engkau mengingatku pagi ini, bukalah jendela kamarmu dan lihatlah pucuk daun. Aku sedang melambai rindu padamu.
      3. Hai, ku ingin menyapamu dengan senyum pagi terindah, dan berharap dirimu baek-baek saja. Dan kalau dirimu ingin sesuatu, katakan saja. Daku akan memberimu segera, termasuk memetik mentari.
      4. Doa pagi dan siang untuk mu yg ada di hatiku
      5. Di sengat terik siang yang amat di kota juang
      6. Menemani bidadari memetik sari matahari pagi agr senyum tsimpan kembali warna warni
      7. Kau, yang membuat ku tersenyum pertama kali di jalan sunyi, hari ini
      8. Seperti matahari menitip cahayanya pada rembulan kau pun menitip kasihmu dihatiku, yang dengannya aku terus merindu. Duh…
      9. Memetik matahari pagi di ujung daun yang layu
      10. Aku mencium harum wangi bunga setiap kali kau datang. Maka sapalah aku walau dengan sekedip lirikan
      11. Kala aku kepanasan kau hadir dengan semangkuk air. Mataku berbinar, sungguh
      12. Menjemput matahari
      13. Menyerap matahari
      14. Pagi ini, aku ingin memanggilmu dengan panggilan KEKASEHHATEKU
      15. Segelas kopi, tujuh teguk rindu. Sebatan rokok, terkepung sesak asmara. Duh…
      16. Ku cium kehangatan siang ini sambil berharap ada pucuk daun jatuh sbg isyarat
      17. Sambut cuaca panas dg hati dingin

    Bersambung ke bagian 4, klik disini

    Saleum Cinta

    Risman A Rachman

    Iklan
     

Comments


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: