Rismanrasa's Blog

  • 12:13:17 pm on Februari 28, 2010 | 6
    Tag:, , ,

    Wow, Bercinta dengan Lingerie Hitam

    Menanti saat bercinta? Oh, hatiku berdebar dan bercampur aduk. Apalagi setelah kemarin menyaksikan Anang mendaratkan ciuman “cinta” ke keningnya Syahrini.

    Duh, itu baru ciuman. Ini bercinta dengan kekasih hati. Gimana ya caranya? Apa yang harus saya lakukan pertama sekali kala bertemu si dia tercinta yang sedang menanti? Kira-kira apa ya baju yang dikenakan sang kekasih hati? Dan, apakah ia menggenakan lingerie? Wow, kenapa jadi gelisah begini menunggu saat bercinta tiba? Ada apa pula dengan lingerie? Toloooooooooonngg!!!???

    Di perjalanan pulang jadi teringat kembali kisah diskusi dengan teman. Ah, ingat diskusi lama itu apa nggak ya? Moga saja yang sedang menunggu baik-baik saja, tidak sakit, sudah mandi saat tiba, dan juga sudah bersih, wangi, dan juga sudah makan tentunya serta siap dengan lingerienya. Duh, kenapa lingeri terus yang teringat, sih.

    Katanya, saya dan bisa jadi banyak pria lain penasaran dengan perempuan yang mengenakan lingerie. Apalagi kalau yang seksi. Hanya saja, seksi itu relatif sekali.Tergantung dari selera masing-masing. Nah, ini yang seringkali membuat perempuan bingung. “Biar mereka nggak bingung, jika mungkin kamu tulis aja diskusi kita semalam ya agar bisa sedikit membantu.”

    Menurutnya, pria selalu tertarik dengan pemandangan tubuh indah perempuan. Memang indah. Sedap untuk dipandang. Jangan marah, ya! Ini tidak bermaksud untuk melecehkan, tetapi ini adalah sebuah pujian. Perempuan memiliki lekuk tubuh serta anggota badan yang sangat menarik. Berbeda sekali dengan pria yang lurus-lurus saja. Ya, kan? (”Mana kutehe?”)

    Masih menurut teman, penilaian atas daya tarik seksual seseorang sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, sosial, dan budaya. Lihat saja di negara-negara Kepulauan Pasifik sana. Hawaii misalnya. Di sana, perempuan yang bertubuh besar dan gemuk, dianggap lebih seksi dibandingkan dengan perempuan langsing. Alasannya, karena dianggap lebih bisa memberikan keturunan. Berbeda, ya, sama di kebanyakan tempat di dunia ini yang lebih suka perempuan langsing.(”Iya deh”)

    Biarpun berbeda-beda, namun sebenarnya ada benang merah yang bisa diambil. Peneliti telah melakukan riset di seluruh dunia mengenai hal ini. Katanya, sih, ada hubungannya dengan salah satu insting manusia, yaitu ingin memiliki keturunan yang lebih baik. Makanya, ada teori yang menyebutkan bahwa orang cenderung tertarik dengan lawan jenis yang memiliki keturunan jauh, alias tidak ada hubungan darah sama sekali. “Perbedaan” itu, terendus lewat indera, terutama bau badan. Hmmm…. belum tahu lagi, deh, sampai sejauh mana perkembangan teori ini. Penasaran juga!!!! (”Penasaran aja sendiri. Saya kan lagi penasaran ama warna lingerie apa ya yang bakal dipakai si kekasih jiwa?”)

    Apa yang menjadi daya tarik seksual wanita?
    Begini kata teman, yang paling dominan adalah ukuran pinggul, pinggang, dan payudara. Ini ada hubungannya dengan kemampuan seorang perempuan untuk bisa hamil dan menyusui. Sama juga dengan pria, hanya kebalikannya saja. Perempuan dianggap lebih feminin bila memiliki pinggul yang besar, pinggang yang kecil, dan payudara yang besar. Lagipula, ini salah satu perbedaan yang paling menonjol antara pria dan perempuan, kan?! Mana ada pria bisa punya payudara seperti perempuan, kecuali kalau dioperasi. (”Ha ha ha reflek tangan menyentuh payudara. Wow… masih pria. Syukur”)

    Tinggi tubuh juga sama diperhatikannya. Pria cenderung lebih suka dengan perempuan yang memiliki tinggi tubuh lebih pendek darinya. Mungkin karena terlihat lebih mudah untuk dipeluk dan dilindungi, ya?! Lebih enak saja kelihatannya. Lebih serasi.

    Warna kulit juga ternyata memiliki pengaruh yang cukup besar. Pria cenderung memilih wanita berkulit lebih terang daripada kulitnya sendiri. Ini ada hubungannya dengan kebersihan. Pria lebih suka wanita yang menjaga kebersihan tubuhnya. Bila tubuhnya bersih, dianggap bisa mengurus dirinya sendiri, mengurus suaminya, dan juga anak-anaknya kelak. (”Nah, ini mantap. Cocok, sih”)

    Kembali ke soal lingerie, dan ini bisikan sang kawan. Sebetulnya bukan masalah bentuk atau warnanya yang paling utama, tetapi “bagaimana cara menampilkannya”. Dalam arti, apakah sesuai dengan kepribadian pemakainya? Kalau pura-pura, kan nggak enak lihatnya. Begitu juga kalau nggak pede. Bukannya seksi malah jadi aneh. Maksudnya percaya diri di sini adalah yakin kalau kita memiliki kelebihan yang patut untuk dibanggakan dan dihargai. Sedangkan kejujuran yang saya maksud adalah menjadi diri sendiri. Bukan hanya sekedar ikut-ikutan alias menjadi korban mode. Rumput tetangga memang selalu kelihatan lebih hijau, tetapi rumput sendiri, kalau bisa dijaga dan dirawat dengan baik, pasti bisa lebih indah dan menarik. Cuma sedikit bocoran, nih, yang kelihatan sedikit-sedikit itu selalu membuat penasaran. Ingin segera saja melihat apa yang ada di balik sana!!!

    “Duhhhhh… jadi kebelet pipis ni. Matiin HP dulu aahhhhhh! Biar tidak ada yang ganggu! Nanti kalau diajak rapat demo bagaimana? Mendingan demo di tempat tidur saja bareng si dia. Sesekali nggak apa ya nggak demo. Tanjap pedal gas ahhhh! Biar lebih cepat tiba agar dan menyaksikan si dia yang kabarnya sedang Gelisah Menanti Saat Bercinta di bilik kamar penuh bunga-bunga yang khusus dipetik di taman cinta. “Sayang, cinta, kekasih, abang datang. Buka pintu. Oh, tidak terkunci. Woowwwwww….”

    Baca Juga   “Duh, Pilih yang Mana Lingerie untuk Kekasih Tercinta???”

    Iklan
     

Comments

  • mobil88 12:24 pm on Februari 28, 2010 | # | Balas

    wah…wah…wah, menurut http://mobil88.wordpress.com info Anda dalam blog ini menarik….sukses ya !!
    🙂

  • Sebuah Catatan 3:20 pm on Februari 28, 2010 | # | Balas

    Artikelnya oke bro.

    • rismanrasa 5:27 pm on Februari 28, 2010 | # | Balas

      makasih ya untuk kunjungannya

  • rismanrasa 5:44 pm on Februari 28, 2010 | # | Balas

    ALL
    Trims semuanya ya atas kunjungannya dan salam kenal. Semoga saya bisa secepatnya berkunjung balik ke blog teman-teman semua. Amin


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: