Rismanrasa's Blog

  • 02:15:51 pm on Februari 24, 2010 | 0
    Tag:, , , ,


    Setelah sekian lama terikat ikrar cinta, akhirnya bertemu jua. Hari ini, malam ini, di sini, di laut. Berdua di antara gerak gelombang dan alunan air. Irama gelombang yang menabuh-nabuh dinding angin semakin merapatkan hati, rasa dan desah, sekaligus dan berharap tiada yang tersisa. Menumpahkan segala rindu yang sebelumnya hanya bisa ditabung dalam becana cinta. Sebuah pertemuan penuh rindu, setelah sekian lama tidak bertemu. Terbayangkah apa yang terjadi di sana?

    Basah. Benar-benar basah. Basah lahir batin. Basah juga oleh air mata kebahagian.

    Mengalir. Benar-benar mengalir. Mengalir segala air ke muara yang dituju.

    Memancar. Benar-benar memancar. Memancar hingga senyum dan rona merah kebahagian di pipi memantul cahaya rembulan.

    Memekik. Benar-benar memekik. Memekik hingga pekikan gairah memecah gemuruh gelombang yang ingin mencumbui karang lautan.

    Bayangkan. Dulu rindu hanya kata-kata yang berpeluh waktu. Tapi, kini justru diam, sentuhan dan desahan adalah puncak dari segala kata dan ungkapan. Ya, hanya itu yang bisa melukiskan gairah bercinta dari sebuah pertemuan cinta.

    Bercinta dengannya di laut dengan penuh cinta. Duh, indahnya bak di surga saja. Aaahhhhhh!

    “Sayang, hari ini kita bagai di surga, ya?”
    “Iya, cinta. Kita baru saja mengintip indahnya surga.”
    “Nikmat sekali walau hanya bisa mengintip lima menit, ya.”
    “Iya, dan dengan cinta kita bisa menuju kenikmatan yang kekal di surga.”
    “Pasti kekasihku. Kita bisa memulainya dengan pikiran dan hati kita, ya.”
    “Dengan pikiran dan hati yang condong pada rahmat nikmat yang disediakan Tuhan kita bisa memulai perjalanan ke surga.”
    “Engkau benar, kekasihku. Sebuah perjalanan yang penuh dengan gairah, ya.”
    “Pasti sayang, karena di setiap langkah, tikungan, dan terminal selalu dipenuhi dengan bau harum surga.”
    “Duh, indah nian. Sepanjang-panjang perjalanan ia menjadi singkat bagi yang saling mencintai, ya.”
    “Sebaliknya cinta. Sesingkat-singkat perjalanan ia menjadi sebuah perjalanan yang gerah, benci, dan penuh amarah karena diterpa angin neraka.”
    “Sayang, saya cinta kamu.”
    “Kekasih, saya juga cinta kamu. Banget, banget, dan banget.”

    Di atas, sepasang burung mengintip dengan malu. Gelombang pun menderai syair membuat tubuh-tubuh kembali menari bagai tarian sufi yang sedang mensyukuri nikmat-Nya. Sebuah gerak ketiadaan permohonan, sepenuhnya gerak mensyukuri nikmat cinta. Bergerak, menari, bernyanyi dengan gelombang, dan memekik hasrat kesyahduan, hingga bintang berkedip malu, dan mungkin pula cemburu.

    Bercinta dengannya di laut dengan penuh cinta lagi. Lagi dan lagi. Aduuuhhhhh! Mau!

    Sungguh, bercinta dengan penuh cinta dengan pasangan yang saling mencintai adalah keindahan, rahmat, dan kesenangan yang diberi kesempatan untuk dinikmati dengan segenap syukur. Kalau sudah begitu, bercinta dengan penuh cinta bagai sedang mendengar syair syukur cinta kaum sufi, syukur kala bersatu dengan kekasih abadi, bagai terlukis dalam syair lagu Satu – Dewa berikut:

    Aku ini adalah dirimu
    Cinta ini adalah cintamu
    Aku ini adalah dirimu
    Jiwa ini adalah jiwamu

    Rindu ini adalah rindumu
    Darah ini adalah darahmu

    Tak ada yang lain selain dirimu
    Yang selalu ku puja
    Ku sebut namamu
    Disetiap hembusan nafasku
    Kusebut namamu
    Kusebut namamu…

    Dengan tanganmu aku menyentuh
    Dengan kakimu aku berjalan
    Dengan matamu aku memandang
    Dengan telingamu aku mendengar
    Dengan lidahmu aku bicara
    Dengan hatimu aku merasa

    naked lovers hot love sexy love sensuality seduction fantasies mysapce orkut

    Free Photos Love Angels Sexy Fairies Gothic Myspace Orkut Photos Glitter Graphics
    http://www.occult-paranormal-psychic-yoga.blogspot.com

    Iklan
     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: