Rismanrasa's Blog

  • 11:14:39 am on Februari 22, 2010 | 0
    Tag:, , ,

    Bulu Kemaluan dan Kepedulian
    Katedra Rejawen sepenuhnya sedang berkata kebenaran saat menulis “Orang besar melakukan hal-hal kecil, dan itulah yang menunjukkan kebesarannya.”

    Mungkin, karena itu pula dulu, Babeh Helmi sampai terkagum-kagum pada pak beye yang oleh Amir Syamsuddin disebut sebagai sosok yang memperhatikan hal-hal kecil.

    Syam yang masih menyimpan spirit “hanya ada satu kata, lawan” ikut mendukung, dan dengan lantang mengatakan: “kalau hal-hal kecil saja sudah tidak diperhatikan bagaimana mau memperhatikan dan peduli hal-hal besar.” Kalimat tegas ini bukan hanya ditujukan bagi pemimpin saja. Dia sendiri juga sangat memperhatikan hal-hal kecil, mulai dari sebutir tanah, ulat bulu, rumput, sampai dengan urusan buka kacamata.

    Tapi yang membuat Pak Kate, Babeh Helmi, dan Syam berbesar hati adalah keterangan penting yang disampaikan oleh Pak Rukyal. Menurut ahli “makar” yang sempat memprediksi kemana akhir karir politik pak beye dengan lugas menyatakan bahwa “Lima perkara yang termasuk fitrah, yaitu : mencukur bulu kemaluan, berkhitan, memotong kumis, mencabut bulu ketiak, dan memotong kuku.”

    Rupanya, Inge, Kit Rose, dan ML sedari awal menyimpan kekaguman kepada empat lelaki cerdas itu. Terutama dengan Pak Kate yang selalu saja menyuguhkan topik-topik kebenaran. Kala usai pertemuan, rupanya tiga cewek super ini masih saja memperbincangkan kekaguman mereka, dan kali ini justru pada pernyataan Pak Rukyal.

    Inge: “Rupanya dianjurkan untuk mencukur ya. Baru tahu ni. Selama ini bulu ketek ku panjang terus, sampai-sampai nggak berani pakai baju seksi.”

    Kit Rose:”Husss. Jangan keras-keras dong ngomongnya. Btw, aku juga belum pernah cukur ni.”

    ML : “Cukur apa dulu ni Mbak Kit? Kalau aku sih selalu potong kuku, biar gampang dan nggak sakit.”

    Inge : “Ssssst. Aku punya ide ni. Apa yang dikatakan Pak Kate dan Pak Syam itu benar. Pemimpin peduli itu harusnya memperhatikan hal-hal kecil juga. Kalau tidak maka jangan harap ia mampu melakukan hal-hal besar. Jadi gini, gimana kalau nanti pas Baginda Pidato Valentine’s Day Kit Rose melakukan interupsi dan mengatakan maaf Baginda, sebelum pidato tolong perlihatkan dulu keteknya.”

    Gerrrrrrrrrr

    Dipublikasikan juga http://www.kompasiana.com

    Iklan
     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: